Theseplaces are best for river rafting & tubing in Bandung: GIO ADVENTURE ANYER; Velanesia Tour; Ayo Liburan (Indonesia Tour Operator) altahfiz holiday; Elhaqi Adventure; See more river rafting & tubing in Bandung on Tripadvisor
Perlengkapanbody rafting . Ban karet, baju pelampung, sepatu karet, armada, perlengkapan P3K plus pemandu. Nah sudah pahamkan apa itu rafting?! Jika anda belum pernah merasakan wisata ke goa pindul dan rafting di sungai oyo, anda bisa menghubungi kami: WhatsApp 0889-5378-911 (Heru)
DariCave Tubing, lanjut body rafting Sungai Oyo yang mempunyai aliran air cukup deras. Tak hanya sampai di situ, petualangan berlanjut dengan perjalanan tour selanjutnya mengunjungi Pantai Ngandong yang mempunyai hamparan pasir putih.
SerunyaBody Rafting di Sungai Oyo, yang menggunakan ban sebagai pelampung untuk mengarungi sungai sambil melihat pemandangan. Biasanya merupakan satu rangka
Vay Nhanh Fast Money. Reading Time 3 minutesYuk, kita jalan-jalan ke Sungai Oyo, Sahabat Paket Wisata Jogja. Di sana, kita bisa melakukan aktivitas Body Rafting lho. Sungai Oyo yang berlokasi di Gelaran II Seropan, Bejiharjo, Kec. Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan objek wisata yang menawarkan konsep wisata alam yang memacu adrenalin, tetapi sekaligus mampu melenyapkan setres yang melanda bagi pengunjung yang datang ke sana. Kegiatan ayng umumnya dilakukan di Sungai Oyo ini ialah Body Rafting, yang kemudian disebut dengan istilah Body Rafting Sungai Oyo. Body Rafting di Sungai Oyo bukanlah sembarang Body Rafting. Hal ini akrena kondisi Sungai Oyo yang merupakan sungai yang mengalir ke dalam gua. Jadi, dengan melakukan aktivitas Body Rafting Sungai Oyo, berarti pengunjung akan dibawa untuk mennyusuri sungai yang berada di dalam gua. Kalian pasti belum pernah kan menyusuri sungai yang berada di dalam gua. Kalau kalian belum pengalaman untuk aktivitas satu ini, tenga saja. Kalian tak akan melakukannya sendiran kok. Kalian akan ditemani oleh pemandu dan tentu saja hal ini dilakuakan secara berkelompok. Sahabat Paket Wisata Jogja, untuk melakukan aktivitas ini kalian akan diberikan pelampung berupa tubles untuk kalian naiki. Selanjutnya, kalian diminta untuk bergandengan tangan dengan rekan-rekan setim kalian yang akan menyusuri Sungai Oyo bersama-sama. Kemudian, pemandu siap memberikan panduan apa-apa saja yang harus kalian lakukan selama mengikuti kegiatan ini. mengikuti kegiatan Body Rafting Sungai Oyo memang sangat seru. Kalian akan dibawa masuk ke dalam gua dan menyusuri gua dengan cara mengapung di sungai karena gua tersebut dialiri dengan sungai. Bagi kalian yang baru pertama kali melakukan kegiatan ini, kalian pasti akan merasa deg-degan karena memang suasananya yang alami menyuguhkan kesan seperti di film-film fantasi. Sungai Oyo tidak hanya mengaliri area dalam gua, tetapi juga mengaliri bagian luar. Jadi, Sungai Oyo tersebut mengalir memanjang dari gua sampai bagian luar. Jadi, kalian pun juga bisa mengapung di bagian luarnya, bahkan berenang. Tak hanya itu lho. Airnya juga berwarna hijau kebiru-biruan seperti layaknya air laut, dan hal ini tentu saja membuat kalian merasa nyaman dengan pemandangan yang disuguhkan. Tebing-tebing yang ada di sekitarnya juga tampak sangat alami. Suasana alam yang disuguhkan di sekitarnya juga sangat menawan. Kalian benar-benar memilih destinasi wisata yang tepat ketika memilih Body Rafting Sungai Oyo, khususnya bagi kalian yang menyukai wisata alam. Bagi kalian yang menyukai aktivitas mandi di alam, kalian bisa memanfaatkan air terjun yang ada di Sungai Oyo ini. Di mana di Sungai Oyo terdapat air terjun yang tidak begitu tinggi, yakni hanya 3-4 meter saja. Selain itu, air terjun tersebut juga tidak terelalu besar sehingga aman untuk kalian yang ingin memanfaatkannya untuk mandi. Dan, pastinya, air terjun tersebut cukup bersih dan layak digunakan untuk mandi. Sebenarnya pemanfaatan air terjun di Sungai Oyo ini tak hanya berlaku untuk kalian yang senang mandi dengan suasana alam saja, tetapi juga layak dimanfaatkan untuk kalian yang selesai melakukan aktivitas Body Rafting Sungai Oyo. Air terjun di Sungai Oyo ini selain bersih juga lumayan dingin. Hal ini tentu saja bisa menjadi ajang untuk merelaksasi tubuh di saat musim kemarau seperti sekarang ini. Apa lagi, setelah melakukan Body Rafting Sungai Oyo, tentu saja membuat tubuh kalian berkeringat. Oleh karenanya, merasakan kesegaran air terjun di Sungai Oyo ini akan menjadi aktivitas lanjutan yang menyenangkan. Nah, sudah kebayang kan bagaimana segarnya destinasi wisata satu ini? Kalian bisa mendatangi objek wisata satu ini bersama kami Raskita yang menawarkan berbagai pilihan Paket Wisata Jogja murah. Beberapa yang kami tawarkan ialah Paket Wisata Jogja 1 hari, Paket Wisata Jogja 2 hari 1 malam, Paket Wisata Jogja 3 hari 2 malam, Paket Wisata Jogja 4 hari 3 malam, Paket Wisata Jogja 5 hari 4 malam, dan Paket Wisata Jogja honeymoon. Wah, menarik sekali ya pilihan paketnya.
Apa sobat tiket pernah mendengar istilah river tubing? Kalau baru tahu, kegiatan tersebut akan membawa kamu mengarungi sungai yang tenang dengan mengapung pada ban karet. Seandainya sobat tiket lagi berkunjung ke Provinsi Yogyakarta, jangan lewatkan mendapatkan pengalaman asik dengn mencoba tubing di Sungai Oya! Untuk itu, kamu bisa banget pesan tiket masuk Rafting Sungai Oya di Mau tahu bakal dapat apa saja dari tur ini? Baca terus sampai akhir biar nggak penasaran, yuk!Rafting Sungai OyaRasanya ada yang kurang kalau kamu berjiwa petualang tapi belum coba mengarungi Sungai Oya di Gunung Kidul. Wisata alam ini sudah lama menjadi destinasi arung jeram atau tubing yang populer. Umumnya, para wisatawan akan melewati perairan di Gua Pindul terlebih dahulu. Apabila di Gua Pindul kamu akan mengarungi sungai berdinding, lain halnya di Sungai Oya yang terbuka sehingga memberikan penglalaman yang akan membuat mu kagum! Rafting Sungai Oya Gunung Kidul bakal memberimu kesempatan menikmati pemandangan alam Gunung Kidul yang asri sambil merasakan dinginnya air Sungai Oya. Selama kegiatan berlangsung, kamu bisa seru-seruan dengan lebih anteng sebab ada perlengkapan keamanan berkualitas tinggi dan pemandu berpengalaman yang menemanimu. Kalau kamu lebih suka menghabiskan waktu dengan aktivitas yang lebih chill, Rafting Sungai Oya juga sempurna buatmu, lho! Sungai Oyo memiliki arus yang sangat tenang, terutama pada hari cerah yang diperuntukkan river tubing. Jadi, kamu nggak usah merasa takut bakal hanyut terbawa arus selama menghabiskan waktumu bersama Rafting Sungai Oya Gunung Kidul. Harga Tiket Rafting Sungai Oya Gunung KidulAda baiknya sobat tiket mengajak keluarga, teman, atau orang tersayang untuk memenuhi syarat minimum peserta Rafting Sungai Oya. Pasalnya, harga tiket Rafting Sungai Oya Gunung Kidul hanya berlaku untuk rombongan yang terdiri dari 3 orang atau lebih. Tapi, nominalnya masih bersahabat dan tetap membantumu berhemat, kok. Untuk turis domestik, biayanya adalah Rp60 ribu per orang. Terjangkau, kan?*Selalu cek katalog paket halaman ini untuk harga terkini karena harga di atas dapat berubah di Rafting Sungai OyaKamu nggak perlu membawa terlalu banyak barang; baju ganti, tabir surya, kamera, uang jajan, dan obat-obatan pribadi saja sudah cukup! Fasilitas-fasilitas berikut akan kamu dapatkan kalau kamu pesan tiket masuk Rafting Sungai OyaJaket pelampung;Ban untuk tubing;Transportasi dari Gua Pindul ke Sungai Oya;Biaya pemandu;Minuman dan WiFi gratis di Rafting Sungai OyaSebelum mulai mengarungi Sungai Oyo, sobat tiket akan diminta untuk berkumpul terlebih dahulu di kawasan basecamp Gua Pindul. Caranya, cukup atur titik tujuan GPS-mu ke Jalan Goa Pindul Gelaran 2, RT 3/RW 16, Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Menuju Rafting Sungai OyaBerkunjung ke Gua Pindul memang lebih gampang kalau pakai mobil pribadi atau sewa. Eits, tapi bukan berarti kamu nggak bisa naik kendaraan umum! Sobat tiket tinggal mencari bus jurusan Jogja-Wonosari di Terminal Giwangan. Kamu tinggal duduk dan bersantai hingga tiba di Terminal Dhaksinarga yang berjarak 5,7 km dari Gua Pindul. Setelah itu, kamu pun bisa memesan ojek untuk mengantarkanmu ke Operasional Rafting Sungai OyaSobat tiket dapat menyesuaikan agenda river tubing dengan waktu senggang di sela-sela kesibukanmu. Rafting Sungai Oya beroperasi setiap hari Senin sampai Minggu, pada pukul sampai WIB. Jadwalnya cukup panjang, kan? Namun, sebaiknya kamu berangkat lebih awal agar tiba di titik awal sebelum jam tutup loket, yaitu Bareng Rafting Sungai Oya Gunung Kidul, yuk!Mau merasakan sensasi river tubing di Sungai Oyo yang asri dan sejuk? Kamu bisa mewujudkan keinginanmu sekarang juga, lho! Jangan lupa memesan tiket dan mengirimkan kode voucher dan data peserta ke alamat e-mail atau nomor WhatsApp operator tur Rafting Sungai Oya maksimal H-1 kunjungan. Yuk, pesan tiket masuk Rafting Sungai Oya di untuk wujudkan petualangan impianmu dengan berbagai diskon yang menarik!
Ini masih lanjutan cerita ber Cave Tubing di Gua Pindul. Keluar dari gua, kami melanjutkan perjalanan ke Sungai Oyo dengan menumpangi kendaraan bak terbuka. Wah…mirip ternak sapi yang mau diangkut ke balai karantina ha ha ha. Kami berkendara bersama dengan para ban dalam yang akan kami gunakan untuk menelusuri Sungai Oyo. Jalanan menuju ke sungai itu sungguh bergelombang. Gujrak-gujruk. Tapi pemandangan di kiri kanan jalan tampak indah juga. Sawah-sawah yang luas membentang. Kami juga melewati perkebunan Kayu Putih yang daunnya sangat segar mewangi. Beberapa menit kemudian tibalah kami di tepi Sungai mengangkut band dalam kami masing-masing di atas kepala. Kami harus turun ke sungai. Agak kering karena kemarau yang panjang. Saya menyeberang menuju aliran yang debit airnya cukup untuk kami melakukan rafting. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan. Karena saat melakukan rafting ini pun kami diminta untuk berpegangan pada ban di depan dan belakang kami masing-masing agar tidak terlepas sendiri-sendiri. Minimal 4-6 orang lah. Agar tangan saya bisa leluasa, saya mengakalinya dengan mengikatkan tali ban saya ke tali teman yang ada di depan dan di belakang saya. Nah! Sekarang aman. Tangan saya bebas untuk melakukan apa saja. Matahari mulai meninggi. Ban berjalan mengikuti arus yang perlahan. Awalnya saya tidak tahu apa yang bisa saya nikmati sepanjang aliran sungai ini. Tapi kemudian saya menyadari bahwa ini adalah pengalaman baru bagi saya. Biasanya saya adalah seseorang yang melihat sungai dari tepi. Nah sekarang saya bisa merasakan bagaimana melihat tepian dari dalam sungai. Bagaimana rasanya kehidupan berjalan di tengah sungai. Saya mendengarkan kicauan burung pagi yang sangat riang. Mereka sibuk mencari makan di pohon-pohon bambu di pinggir sungai. Ada banyak jenis suara burung. Ada yang bisa saya kenali, namun ada juga jenis yang tidak mampu saya kenali. Semuanya memberi sensasi tersendiri bagi saya. Tiba-tiba saya merasa sangat menyukai tempat ini. Sungai Oyo. Di tepi sungai bebatuan karst menjadi dinding. Berceruk-ceruk karena rongrongan arus air sungai. Ukiran alam di tebing ini terlihat begitu indah serasa mengajak lamunan kita pergi ke alam purba. Jika kita perhatikan dengan seksama, di dasar tebing, dekat dengan permukaan air, beberapa ekor ikan gelodok kecil-kecil atau disebut juga dengan nama Tembakul alias Mudskipper Periophthalmus sp tampak mendarat di cekungan batu-batu tebing itu. Ada yang meloncat ada juga yang berdiam diri. Ini membuat saya sangat terkejut. Sungguh tidak menyangka keberadaannya ditempat seperti ini. Karena biasanya ikan ini berada di tempat yang berlumpur. Meloncat di Sungai Oyo Ban bergerak terus mengikuti arus sungai. Saya menikmati arus yang bergerak di bawah saya. Rasanya tenang dan damai. Tak lama kemudian tibalah kami di air terjun. Debit air terjun ini tak berapa besar. Barangkali karena musim kemarau. Kami turun dan mendarat untuk beristirahat sejenak di situ. Teman-teman saya ada yang meneruskan berenang, bermain air, memesan mie instan yang kebetulan dagangnya ada di situ. Bahkan ada juga yang menguji nyali dengan melakukan loncatan dari ketinggian ke dalam air. Wah…luar biasa. Saya sendiri hanya menonton sambil memperhatikan tumbuh-tumbuhan yang hidup di sekita tempat itu. Seekor kepik berwarna merah tampak menclok di sehelai daun tanaman perdu. Saya mengamatinya sebentar. Indah sekali warna kumbang merah ini. Mirip Lady Bug yang kita kenal di film-film kartun. Tapi badannya sedikit lebih besar dan pola bintik hitam merahnya juga agak berbeda. Warnanay juga tidak murni merah tapi bersemu hijau. Sayapnya berkilau metalik. Saya terus mengamati gerak-geriknya, hingga kepik itu terbang karena daun tempatnya menclok bergoyang-goyang keras di tiup angin. Setelah puas bermain-main di tepi sungai itu, kami pun diajak pulang. Kembali menelusuri sungai. Kembali berayun-ayun di atas ban dalam mengikuti arus Sungai Oyo. Pulangnya kembali kami naik kendaraan bak terbuka. Menikmati segarnya angin pedesaan sambil memandangi sawah yang luas terhampar. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya berpikir suatu hari ingin mengajak anak-anak saya berkunjung ke sini untuk menikmati Body Rafting di sungai ini. Semoga kesampaian. Yuk teman-teman, kita berkunjung ke Yogyakarta!. Cintai tanah air kita.
“Mas, jadi itu dalem gak sungainya?” Perempuan berjilbab hijau lumut itu bertanya sama guide kami dalam perjalanan menuju Body Rafting di sungai Oyo, salah satu paket yang ditawarkan pengelola Desa Wisata Bejiharjo, tempat Gua Pindul bersarang’. Bener-bener deh, dari tadi ini perempuan melontarkan pertanyaan-pertanyaan gak penting yang sok ikrib, sok asik, sekaligus ngeselin. “Lumayan dalem, Mba, tapi lagi kemarau gini sih gak dalem-dalem amat.” Jawab mas-mas guide itu yang maunya disebut Bejo Satu itu. “Kalau nyebur, mati gak mas?” tanyanya lagi Ya lo aja sonoh mati sama temen-temen lo yang hobi main mercon. Samber gue dalam hati. Biasa, jiwa nyinyir keluar. “Kan nanti pakai life vest, mba.” jawab Bejo Satu dengan sabar sambil motretin pemandangan sekitar pakai kamera gue. Iya, jadi kamera gue diserahkan sama mas-mas guide nya demi mendapatkan foto-foto gue dan pemandangan di sana. They let us to enjoy the ride *bener gak nih*. “Kalau gak pakai life vest mati gak mas?” tanya si perempuan berjilbab itu lagi, sambil cekikikan. Apes banget ya nasib gue. Kalau kemana-mana pasti selalu aja ketemu orang yang kelakuannya minta digebuk pake sapu lidi. “Gak usah didengerin mas, udah mulai sinting anaknya.” HIH kan, temennya si-perempuan-berjilbab-hijau-lumut sendiri aja udah mulai seneb, gimana gue yang terpaksa’ satu rombongan sama ukhti-ukhti berisik-sok-lucu ini? *** Rasa penasaran akan kemahsyuran Gua Pindul lah yang akhirnya membawa gue berangkat seorang diri dari Jakarta ke Jogjakarta dan lanjut ke Gunung Kidul demi menjajal atraksi-atraksi yang ada di Gua Pindul dan sekitarnya. Sesampainya di Desa Bejiharjo yang menjadi pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya para wisatawan yang pengen merasakan sensasi cave tubing di Gua Pindul, gue justru langsung excited sama Body Rafting di Sungai Oyo. Kayaknya lebih pas buat para pecinta adrenalin kayak gue ini. And here i am now! Berada di Sungai Oyo yang lagi kering-keringnya karena musim kemarau. Katanya mas-mas guide nya, kalau musim penghujan, bakal lebih asik lagi. Arusnya lebih deras. Debit airnya lebih banyak dan sungainya meluap-luap, persis kayak perasaan awal-awal pacaran. Meluap-luap. Ke sana-sananya udah mulai kemarau. Duh. Curcol lagi. Sampai di starting point, gue dan rombongan ukhti-ukhti berjilbab itu kudu tidur-tidur santai di atas ban besar semok yang udah disiapin. Setelah tidur-tiduran di ban masing-masing, kami diharuskan pegangan sama tali yang mengait ban-ban itu. Biar gak kepisah. “Kalau arusnya lagi deres, kita bakalan kebawa arus, seru banget!” jelas mas Bejo Dua. Karena saat itu arusnya gak deres, bahkan bisa dibilang gak ada arus, yang terjadi adalah…. ban kami ditarik sama mas Bejo Satu dan Dua macem lagi narik-narik sapi buat dipotong. HUFT. di depan ada yang narik nih Semenit dua menit. Ban kami berjalan bergerak super lambat. Ukhti-ukhti berjilbab masih asik bergosip satu sama lain. Mas bejo satu modusin ukhti paling bontot. Mas bejo dua modusin gue. Eh, maksudnya mas bejo dua lagi nyeritain sedikit banyak tentang sungai Oyo yang bla bla bla. Sementara gue? Lagi sibuk nutupin rasa bosen sembari misuh-misuh karena lupa bawa sunblock. Neraka udah bocor sampai Jogja. Kulit gue pasti udah bukan tanned lagi, tapi gosong. 10 menit. Akhirnya gue gak sabaran dan milih nyebur aja kecipakan berenang sendiri di Sungai. Sumpah, body rafting yang ada dalam bayangan nista penuh asa di kepala gue adalah bakal ngebuat gue teriak-campur-ngikik-kegirangan. Tapi ini gak ada sama sekali. Garing. Flat kayak tivi-tivi masa kini. Malah bikin dosa gue makin gede karena nyinyirin rombongan cewe-cewe tadi dalam hati. Tapi.. tapi.. tapi… Rupanya ada surprise party di jalur body rafting ini. Ada spot buat loncat dari ketinggian 4 meter dan 7 meter ke sungai Oyo! OMYGOD! OMYGOD! Gue yang lagi kecipakan bete langsung semangat nyamperin spot-spot itu. Jiwa petualang gue udah pasti gak bakal nolak kesempatan yang bikin adrenalin naik. Dari ketinggian 4 meter di atas permukaan sungai, gue langsung loncat tanpa pikir panjang. Niat awalnya sih gue pengen salto dulu di udara, terus nyebur sungai dengan indah. Kenyataanya, gue nyebur sungai pas bagian perut duluan disambung bagian depan selangkangan. Rasanya? Mules gak kelar-kelar! *elus-elus si otong* Bukan gue tapinya kalau kapok. Gue justru makin sering naik podium 4m, loncat. Naik lagi, loncat lagi. Sampe pegel. Sampe mas Bejo dua udah males banget buat motoin gue. Selesai di podium 4m, gue segera beranjak ke podium 7m. Kali ini medannya agak lumayan susah. Gue musti manjat dikit, terus ngelewatin air terjun, dan sampailah di podium 7m. Sampai di atas, hmm… ngeliat bawah kiranya biasa aja. Cuma agak’ lebih terjal dari podium 4m. Setelah komat kamit minta restu sama alam semesta, gue mundur sedikit ke belakang, ambil ancang-ancang, lari-lari kecil secara imut dan dramatis, dan YAK!!! Gue loncat dengan kalemnya. Awalnya sih biasa aja, gue gak teriak, gengsi. Tapi… pas tiba-tiba udah di tengah-tengah udara, kok, rasanya kayak jantung gue mau lepas dan nyali gue ilang gitu aja ngeliat gue bakal jatuh dan nyebur di sungai yang gue gak ngerti dalamnya semana. Rasanya gue pengen dadah-dadah ke kamera aja. Yang terjadi saat itu, gue tiba-tiba membentuk gerakan minta ampun-campur-ngamuk-minta-kawin dan pecicilan berharap gue gak jadi kecebur. Tapi apa daya, gaya gravitasi gak memungkinkan gue buat balik lagi. Gue juga bukan Angling Dharma yang punya ilmu meringankan tubuh atau bisa berubah jadi naga jadi-jadian. Walhasil gue cuma bisa teriak AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA keras-keras dan dengan suara melengking kayak banci lagi dikejar satpol pp. But, it was AWESOME!!!!! Gue, again, mengulang manjat-lewat air terjun-loncat-teriak-nyebur berkali-kali. Sampe puas. Sampe pegel. Sampe tukang fotonya kesel. Betenya gue gara-gara cuma bobo-boboan di atas ban, ditarik-tarik guide, ukhti-ukhti berisik, dan panas terik semelet yang bikin gue makin item terobati sama loncat-loncatan yang bikin jantung berdesir. It was reaaally FUUUUNNN! *** Masih belum kelar! Baca seri ke-duanya DISINI!
body rafting sungai oyo